Cerita Fiksi


Akibat Nonton TV

Malam ini kupersiapkan semua buku untuk pelajaran besok pagi. Kubuka almari tempat aku menyimpan semua buku. Kuambil buku-buku sesuai jadwal pelajaranku. Aku harus belajar karena besok pagi ada pelajaran Matematika, suatu pelajaran yang paling menakutkanku. Hah, ternyata ada PR Matematika. Kucoba mengerjakan walau sulit kurasakan, maklum pelajaran Matematika minggu ini masih membahas perkalian.
Akhirnya PR selesai kukerjakan. Aku pun menghidupkan TV untuk mencari hiburan. Hah, ternyata acara gending jawa, acara untuk orang-orang seumuran simbahku. Kuganti chanel yang lain. Acaranya pun ternyata budaya daerah  yang kurang ngetren. Kuganti chanel lain, wow acara film kartun kesukaanku. Aku pun duduk dan menonton sampai tanpa sadar aku tertidur di depan TV.
Ketika sadar  aku segera bangun. Kulihat jam, hah ternyata aku kesiangan. Gak sempat sholat subuh nih. Kulihat jendela, matahari pun sudah tampak tinggi. Aku segera berlari ke kamar mandi.
Di kamar mandi aku segera mandi. Baju malam pun ku lepaskan. Celana dalamku kucium, masya Alloh, ternyata tadi malam aku ngompol. Kubuang celana dalamku ke ember cucian. Kusiram badanku walaupun terasa dingin. Tidak lupa kusabun agar bersih dan wangi. Lalu ku siram dan tinggal mengambil handuk. Dengan bersarung handuk, aku menggosok gigi, agar terlihat putih seperti iklan-iklan di TV.
Setelah menutup pintu kamar mandi, aku segera menuju kamarku untuk memakai seragamku.  Tidak lupa kupakai sabukku agar tidak dimarahi Bu Guru.
Segera aku menuju meja makan. Segera kusikat nasi dan sayur, tidak lupa ku minum segelas susu. Sebuah pisang kuambil, kukupas lalu ku makan dan kulitnya kubuang. Aku segera berjalan menuju pintu. Tapi astaga, aku terpeleset kulit pisang sialan.
Kutunggu teman akrabku, Si Bejo. Tapi lama banget nggak nobgol-nongol. Sampai bosan aku menunggu. Wuing…tiba-tiba terbang seekor laron di dekatku. Segera kutangkap, kubung sayapnya lalu ku makan. Wuih, enak, Bro. Tapi lama-lama perutku kok sakit. Segera ku menuju WC, wuih lega rasanya setelah kubung sesuatu yang menyakitkanku.
Tanpa menunggu Si Bejo, aku berangkat. Tapi sial, ban sepedaku kempes. Kupompa sampai penuh dan segera kunaiki menuju sekolah.
Aduh, sial. Sampai sekolah gerbang sudah ditutup, mungkin pelajaran sudah dimulai. Segera kucari jalan pintas melalui pagar samping kelas.kulihat keadaan sekolahku dari lubang-lubang pagar. Kuambil tangga dan kupanjat tembok. Aku harus memastikan tajk ada seorangpun yang melihat perbuatanku. Kuintip kea rah kelasku,wow aman. Aduh, tiba-tiba tangga oleng dan aku pun terjatuh.
Aku pun menangis, bajuku kotor, aku tak berani masuk sekolah. Teringat nasehat ibuku.
“Ibu, maafkan aku! Semua ini terjadi karena salahku. Aku nonton TV sampai larut malam.
Kuambil sepedaku dan bergegas pulang.

(Pantomim SDN Banyubiru 1, Juara I LPMPK 2013 Cabang Pantomim Tingkat Kecamatan Dukun)

Lihat Video

Sarindi al Manshurin